<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5595810426260169593</id><updated>2012-02-15T22:25:35.269-08:00</updated><category term='IMAD'/><category term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>si fakir ilmu</title><subtitle type='html'>ahlan wa sahlan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://patihsa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>patih san</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yud4QYYIYJc/S5wYqPZ5aeI/AAAAAAAAAAs/E9gL53aa6HU/S220/1_658709976l.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>4</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5595810426260169593.post-6527354998530020308</id><published>2012-01-13T04:30:00.000-08:00</published><updated>2012-01-13T04:56:34.708-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMAD'/><title type='text'>Proses Keimanan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&amp;nbsp;“ Apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana ia diciptakan? Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?”&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (QS Al Ghasyiyah: 17-20)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Uqdatul Kubro&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di saat manusia beranjak dewasa yang ditandai oleh kesempurnaan akalnya, maka semenjak itu ia mulai berpikir tentang ‘keberadaan’-nya di dunia ini. Ia mulai berpikir tentang beberapa pertanyaan mendasar yang sangat perlu, bahkan harus ia jawab. Jawaban tersebut akan menjadi landasan kehidupan pada masa-masa selanjutnya. Selama masalah ini belum terjawab, selama itu pula manusia seolah ‘tersesat ‘ tanpa tujuan jelas dan tidak akan berjalan di dunia ini dengan tenang. Karena sifatnya yang demikian beberapa pertanyaan pokok dan mendasar ini sering disebut sebagai ’&lt;i&gt;Uqdatul Kubro&lt;/i&gt;’ (masalah/simpul yang sangat besar).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pertanyaan mendasar tersebut berupa :&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dari manakah manusia dan kehidupan ini ?&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; untuk apa manusia dan kehidupan ini ada ?&lt;br /&gt;-&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; akan kemana manusia dan kehidupan setelah ini ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bila pertanyaan ini terjawab maka seseorang akan memiliki landasan kehidupan sekaligus tuntunan dan tujuan kehidupannya, -- terlepas dari jawabannya benar atau salah. Selanjutnya ia berjalan di dunia ini dengan ‘landasan’ tersebut, berekonomi dan berbudaya berdasar ‘landasan’ itu, bahkan ia akan mengajak orang dan kaum lain agar mengikuti ‘landasan’ tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seseorang atau suatu kaum yang menyelesaikan ‘uqdatul kubra’ dengan jawaban&amp;nbsp; ‘kehidupan dunia ini ada dengan sendirinya, manusia berasal dari tanah/ materi dan kelak akan kembali lagi menjadi materi/benda, sehingga manusia hidup untuk mencari kebahagiaan materi selama ia mampu hidup”, maka mereka akan hidup dengan aturan yang dibuatnya sendiri, dengan standar baik-buruk yang ia kehendaki. Mereka akan berbudaya, berekonomi dan berpolitik untuk mencapai kebahagiaan material, selama mereka mampu hidup. Orang dan kaum seperti ini tidak meyakini adanya hal ghaib (ruh, akhirat, pahala-dosa dsb). Mereka percaya segalanya materi belaka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara itu seseorang atau suatu kaum yang menjawab “dibalik alam dan kehidupan ini ada Sang Pencipta, yang mengadakan seluruh alam, termasuk dirinya, memberi tugas/amanah kehidupan pada manusia dan kelak ada kehidupan lain setelah dunia ini, yang akan menghisab seluruh perbuatannya di dunia”, maka mereka akan hidup, berekonomi, berbudaya, berpolitik dan berinteraksi dengan kaum lain, berdasarkan aturan Penciptanya. Standar baik-buruk berdasarkan aturan Sang Pencipta, dan sekaligus menjadi standar amal yang harus ia pertanggungjawabkannya di hadapan Sang Pencipta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Demikian gambaran ringkas tentang ‘landasan kehidupan’ seseorang/suatu kaum, yang sekaligus merupakan jawaban ‘uqdatul kubro’ manusia. Tetapi bagaimana jawaban yang benar terhadap masalah ini?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada postingan berikutnya akan dibahas mengenai pemecahan shohih 'Uqdatul Kubro'.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Baca pembahasan sebelumnya mengenai &lt;a href="http://patihsa.blogspot.com/2011/12/aqidah-islamiyah.html"&gt;Aqidah Islamiyah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5595810426260169593-6527354998530020308?l=patihsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://patihsa.blogspot.com/feeds/6527354998530020308/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2012/01/proses-keimanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/6527354998530020308'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/6527354998530020308'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2012/01/proses-keimanan.html' title='Proses Keimanan'/><author><name>patih san</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yud4QYYIYJc/S5wYqPZ5aeI/AAAAAAAAAAs/E9gL53aa6HU/S220/1_658709976l.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5595810426260169593.post-578755959475569183</id><published>2012-01-01T21:05:00.000-08:00</published><updated>2012-01-01T21:14:52.023-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Seorang Pastor Lakukan Ibadah Islami Untuk Memahami Islam</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika seluruh dunia mencaci maki Islam dan Muslim saat tragedi  serangan 11 September 2001,  sebuah situasi yang terduga terjadi.  Peristiwa itu justru membuat banyak non-Muslim di seluruh dunia,  utamanya di AS,  ingin tahu lebih jauh tentang Islam, mereka  mempelajarinya dan akhirnya banyak yang masuk Islam. "Blessing in  disguise", sebuah berkah yang tersembunyi, begitu kata pepatah Inggris.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sekarang, perdebatan Islam dan Muslim kembali menghangat di AS  setelah  Kongres AS mengabulkan usulan Senator Peter King untuk  menggelar rapat dengar pendapat soal meluasnya radikalisasi di kalangan  umat Islam Amerika.  "Berkah tersembunyi" bukan tak mungkin terjadi  lagi, gelombang orang Amerika yang ingin belajar Islam atau masuk Islam  akan semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Salah seorang warga AS yang jadi berminat mempelajari  Islam menyusul  kontroversi ide Peter King itu adalah seorang pendeta gereja Episkopal  bernama Steve Lawler. Ia bahkan mencoba berpuasa, mempelajari Al-Quran  dan melakukan salat untuk memahami agama Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada harian &lt;i&gt;St. Louis Post-Dispatch&lt;/i&gt;, Pendeta Lawler  menyatakan, ia bisa saja cuma duduk dan mempelajari literatur ilmiah  tentang Islam. Tapi itu berbeda dengan jika ia mempraktekkan sendiri apa  yang diajarkan Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adalah Steve Lawler, rektor paruh waktu di Gereja Episkopal St. Stephen,  memutuskan untuk mengadopsi ritual ibadah Islam selama 40 hari untuk  mendapatkan sebuah pemahaman yang lebih dalam tentang agama tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dua hari setelah pengadopsian tersebut dimulai, ia menghadapi pemecatan jika ia melanjutkan dalam upaya tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Ia tidak bisa menjadi keduanya, seorang Muslim dan seorang Kristen,"  kata Uskup George Wayne Smith dari Episkopal Diocese, Missouri. "Jika  ia memilih untuk mempraktikkan sebagai Muslim, maka ia akan dengan lalai  menyerahkan identitas Kristen dan kependetaannya di gereja."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lawler tidak meramalkan masalah semacam itu ketika ia muncul dengan  gagasan tersebut. Ia semata-mata ingin mempelajari lebih banyak tentang  Islam, ia mengatakan, terutama dalam menyoroti sidang dengar pendapat  yang sedang berlangsung tentang radikaslisasi agama tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari pertama Pra-paskah (46 hari sebelum paskah), hari pertama  Pra-paskah, ia mulai melakukan sholat lima waktu dalam satu hari, dengan  menghadap timur, menghadap Mekkah, dan berdoa kepada Allah. Ia juga  mulai mempelajari Al-Qur'an dan mengikuti pelarangan makanan dengan  menjauhkan diri dari alkohol dan babi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama pekan suci, ia berencana untuk berpuasa dari subuh sampai maghrib seperti yang Muslim lakukan selama Ramadhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-SmA6cp4k5Kw/TwE7z9w6-9I/AAAAAAAAAFI/Azi6e3pl1sc/s1600/steve-lawler.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/-SmA6cp4k5Kw/TwE7z9w6-9I/AAAAAAAAAFI/Azi6e3pl1sc/s320/steve-lawler.jpg" width="274" /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Pendeta Lawler &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Namun di mata Smith, praktik tersebut "mempermainkan" agama orang lain dan dapat dipandang sebagai tidak menghormati.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ditambah lagi, ia mengatakan, "Dalam satu hal, Lawler (masih)  bertanggung jawab sebagai seorang pemimpin Kristen adalah untuk  mempraktikkan Kristianitas dan untuk melakukannya dengan kemurnian dan  bukan dengan cara yang membingungkan."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini bukan pertama kalinya Gereja Episkopal telah bertentangan dengan  seorang pendeta yang berkecimpung dalam Islam; pada tahun 2009, pendeta  Ann Holmes Redding dipecat dua tahun setelah ia memeluk Islam karena,  uskupnya mengatakan, "seorang pendeta gereja tidak dapat menjadi  keduanya, seorang Kristen dan seorang Muslim."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Smith mengatakan bahwa Lawler akan menghadapi tindakan hukuman jika ia melanjutkan ibadah tersebut. Lawler mengatakan bahwa ia hanya berencana untuk membawa gagasannya  sejauh ini – ia tidak bermaksud untuk memeluk salah satu dari Lima tiang  agama Islam yang diwajibakan untuk mengucapkan syahadat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada hari keduanya melihat Prapaskah melalui mata Muslim, Lawler  mengeluarkan sebuah rilisan pers yang melakukan cara yang unik  menghabiskan waktu Prapaskah. Berbicara di depan seorang reporter  setelah sore hari, ia tidak memiliki masalah merekonsiliasi pandangan  Episcopalnya dengan pandangan Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya bisa saja duduk dan membaca bacaan ilmiah tentang Islam, namun  hal tersebut masih tetap mundur dari Islam, dari pada mendorongnya," ia  mengatakan. "Anda dapat berpikir melakukan sesuatu, namun ketika Anda  melakukannya, Anda benar-benar mencerminkannya."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lawler, yang telah berada di St. Stephen selama delapan tahun,  dilahirkan dan dibesarkan di Gereja katolik Roma namun pergi selama awal  ia berusia 20-an karena ia tidak peduli dengan sudut pandang  konservatif gereja tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Gereja Episcopal adalah sebuah gereja yang cukup terbuka," ia  mengatakan. "Jika saya dulu adalah pastur di sebuah gereja konservatif,  saya dapat masuk dalam satu hari dan mengubah kuncinya (untuk melakukan  ibadah Islam)."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Lawler mendengar bahwa gereja Episcopal lebih kaku dari yang ia  pikir. Setelah mendengar keberatan dari uskup, Lawler membalik praktik  tersebut, menyerah pada ibadah Islam.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya percaya apa yang ia berusaha untuk capai atau apa yang ia  katakan, yang adalah untuk memperdalam pemahamannya tentang Islam,  merupakan tindakan terpuji," uskup tersebut mengatakan. "Namun tidak  menghormati agama lain dengan berpura-pura untuk melakukannya. Anda  membangun jembatan dengan membangun hubungan dengan para tetangga yang  adalah Muslim."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mohammed Ibrahim, pimpinan dewan direktur Yayasan Islam St. Louis,  tidak tersinggung sama sekali oleh Lawler yang mempraktikkan ibadah  Islami.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya rasa itu adalah sebuah ide yang bagus untuk memahami lebih baik  apa itu Islam," ia mengatakan. "Kami benar-benar menyambutnya.  Orang-orang dapat datang dan melihat kami berdoa di masjid dan  berpartisipasi di dalam doa jika mereka ingin."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Untuk bagiannya, Lawler mengatakan bahwa ia tidak kecewa dengan reaksi gereja Episkopal.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"&lt;i&gt;Ini adalah sebuah percakapan, jadi saya tidak merasa terasingkan,  dan saya memahami kekhawatiran Uskup Smith tentang apa artinya ini," ia  mengatakan. "Saya tahu saya masuk ke dalam hal ini sebagai sebuah  penemuan. ternyata berbeda dari apa yang saya pikirkan, namun juga lebih  kaya dari apa yang saya pikirkan.&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;suaramedia.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5595810426260169593-578755959475569183?l=patihsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://patihsa.blogspot.com/feeds/578755959475569183/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2012/01/seorang-pastor-lakukan-ibadah-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/578755959475569183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/578755959475569183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2012/01/seorang-pastor-lakukan-ibadah-islami.html' title='Seorang Pastor Lakukan Ibadah Islami Untuk Memahami Islam'/><author><name>patih san</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yud4QYYIYJc/S5wYqPZ5aeI/AAAAAAAAAAs/E9gL53aa6HU/S220/1_658709976l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-SmA6cp4k5Kw/TwE7z9w6-9I/AAAAAAAAAFI/Azi6e3pl1sc/s72-c/steve-lawler.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5595810426260169593.post-8640882485503422317</id><published>2011-12-31T06:00:00.000-08:00</published><updated>2012-01-13T04:59:22.054-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='IMAD'/><title type='text'>Aqidah Islamiyah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;"&lt;i&gt;Katakanlah : ”Dia-lah Allah, Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.&lt;/i&gt;” (&lt;b&gt;QS&amp;nbsp; Al Ikhlas: 1-2&lt;/b&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Definisi Aqidah Islamiyah &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Aqidah Islamiyah &lt;/b&gt;adalah iman kepada Allah, para malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, para rasul-Nya, hari akhir, kepada qadla dan qadar baik-buruk keduanya dari Allah.&lt;b&gt; Sedangkan makna iman itu sendiri adalah pembenaran yang bersifat pasti (&lt;i&gt;tashdiiqul jazm&lt;/i&gt;), yang sesuai dengan kenyataan, yang muncul dari adanya dalil/bukti&lt;/b&gt;. Bersifat pasti artinya seratus persen kebenaran/ keyakinannya tanpa ada keraguan (dzann) sedikitpun. Sesuai dengan fakta artinya hal yang diimani tersebut memang benar adanya, bukan diada-adakan (&lt;i&gt;mis. keberadaan Allah, kebenaran Al Qur’an, wujud malaikat dll&lt;/i&gt;). Muncul dari suatu dalil artinya keimanan tersebut memiliki hujjah/dalil tertentu. Tanpa dalil sebenarnya tidak akan ada pembenaran yang bersifat pasti .&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Suatu dalil untuk masalah iman, ada kalanya bersifat &lt;b&gt;aqli&lt;/b&gt; dan atau&amp;nbsp; &lt;b&gt;naqli&lt;/b&gt;, tergantung perkara yang diimani. Jika perkara itu masih dalam jangkauan panca indra/akal, maka dalil keimanannya bersifat aqli, tetapi jika di luar jangkauan panca indra, maka ia didasarkan pada dalil naqli. Hanya saja perlu diingat bahwa penentuan sumber suatu dalil naqli juga ditetapkan dengan jalan aqli. Artinya, penentuan sumber dalil naqli tersebut dilakukan melalui penyelidikan untuk menentukan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh dijadikan sebagai sumber dalil naqli.&amp;nbsp; Oleh karena itu, semua dalil tentang aqidah pada dasarnya disandarkan pada metode aqliyah.&amp;nbsp; Dalam hal ini,&lt;b&gt; Imam Syafi'i&lt;/b&gt; berkata (&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;) :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Ketahuilah bahwa kewajiban pertama bagi seorang mukallaf adalah berfikir dan mencari dalil untuk ma'rifat kepada Allah Ta'ala. Arti berfikir adalah melakukan penalaran dan perenungan kalbu dalam kondisi orang yang berfikir tersebut dituntut untuk ma'rifat kepada Allah.&amp;nbsp; Dengan cara seperti itu, ia bisa sampai kepada ma'rifat terhadap hal-hal yang ghaib dari pengamatannya dengan indra&amp;nbsp; dan ini merupakan suatu keharusan. Hal ini merupakan suatu kewajiban dalam bidang ushuluddin&lt;/i&gt;."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Peranan Akal dalam Masalah Keimanan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Akal manusia mampu membuktikan keberadaan sesuatu&amp;nbsp; hal berada di luar jangkauannya, jika ada sesuatu yang dapat dijadikan petunjuk atas keberadaan hal tersebut, seperti perkataan seorang Baduy (orang awam) tatkala ditanyakan kepadanya "Dengan apa engkau mengenal Rabbmu ?" Jawabnya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Tahi onta itu menunjukkan adanya onta dan bekas tapak kaki menunjukkan pernah ada orang yang berjalan&lt;/i&gt;."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ayat-ayat Al Qur'an adalah bukti eksistensi/ keberadaan Allah Sang Pencipta dengan cara mengajak manusia memperhatikan makhluk-makhluk-Nya. Sebab, jika akal diajak untuk mencari Dzat-Nya, tentu tidak mampu menjangkaunya, seperti firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-TeGJEti1Sts/Tv8PfMubLOI/AAAAAAAAAE8/AjrFWtHliR8/s1600/al-jatsiyah+3-4.PNG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="35" src="http://3.bp.blogspot.com/-TeGJEti1Sts/Tv8PfMubLOI/AAAAAAAAAE8/AjrFWtHliR8/s400/al-jatsiyah+3-4.PNG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;"Sesungguhnya di langit dan di bumi benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) untuk orang-orang yang beriman. Dan pada penciptaan kamu dan pada penciptaan binatang melata yang bertebaran (di muka bumi) terdapat tanda-tanda bagi kaum yang meyakini.&lt;/i&gt;" (&lt;b&gt;QS. Al_Jatsiyah 3-4&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keterbatasan akal dalam berfikir, Islam melarang manusia untuk berfikir langsung tentang Dzat Allah, karena Dzat Allah berada diluar kemampuan akal untuk menjangkaunya. Selain itu juga karena manusia mempunyai kecenderungan (bila ia hanya menduga-duga tanpa memiliki acuan kepastian) menyerupakan Allah SWT dengan suatu makhluk.&amp;nbsp; Dalam hal ini Rasulullah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Berfikirlah kamu tentang makhluk Allah tetapi jangan kamu fikirkan tentang Dzat Allah. Sebab, kamu tidak akan sanggup mengira-ngira tentang hakikatnya yang sebenarnya.&lt;/i&gt;" (&lt;b&gt;HR&amp;nbsp; Abu Nu'im dalam&amp;nbsp; "Al Hidayah" ; sifatnya marfu', sanadnya dhoif tetapi isinya shahih&lt;/b&gt;)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akal manusia yang terbatas tidak akan mampu membuat khayalan tentang Dzat Allah yang sebenarnya; bagaimana Allah melihat, mendengar, berbicara, bersemayam di atas 'Arsy-Nya, dan seterusnya. Sebab, Dzat Allah bukanlah materi yang bisa diukur atau dianalisa, tidak dapat dikiaskan dengan materi apapun, semisal manusia, makhluk aneh berkepala dua, bertangan sepuluh, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita hanya percaya dengan sifat-sifat Allah yang dikabarkan-Nya melalui wahyu. Bila kita menghadapi suatu ayat/hadits yang menceritakan tentang menyerupakan Allah dengan makhluk, maka kita tidak boleh mencoba-coba membahas ayat-ayat/hadits tersebut dan menta'wilkannya sesuai dengan akal kita.&amp;nbsp; Ia lebih baik kita serahkan kepada Allah, karena ia memang berada di luar kemampuan akal.&amp;nbsp; Itulah yang dilakukan oleh para sahabat, tabi'in, dan ulama salaf. Imam Ibnul Qoyyim berkata (&lt;span style="color: red;"&gt;2&lt;/span&gt;) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Para sahabat berbeda pendapat dalam beberapa masalah. Padahal mereka itu adalah ummat yang dijamin sempurna imannya.&amp;nbsp; Tetapi alhamdulillah, mereka tidak pernah terlibat bertentangan faham satu sama lainnya dalam menghadapi asma Allah, perbuatan-perbuatan Allah, dan sifat-sifat-Nya.&amp;nbsp; Mereka menetapkan apa yang diutarakan Al Qur'an dengan suara bulat.&amp;nbsp; Mereka tidak menta'wilkannya, juga tidak memalingkan pengertiannya.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kepada &lt;b&gt;Imam Malik&lt;/b&gt;&amp;nbsp; ditanyakan tentang makna "&lt;i&gt;&lt;b&gt;persemayaman-Nya&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;" (&lt;b&gt;istiwaa'&lt;/b&gt;), beliau lama tertunduk dan bahkan mengeluarkan keringat. Setelah itu Imam Malik mengangkat kepala lalu berkata (&lt;span style="color: red;"&gt;3&lt;/span&gt;) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"&lt;i&gt;Persemayaman itu bukan sesuatu yang dapat diketahui. Juga kaifiyah (cara)nya bukanlah hal yang dapat difahamkan. Sedangkan mengimaninya adalah wajib, tetapi menanyakan hal tersebut adalah bid'ah/ salah.&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalil Naqli dalam Hal Aqidah Haruslah Mutawatir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, bahwa aqidah haruslah&lt;b&gt; tashdiiqul jazm&lt;/b&gt; yang artinya pembenaran dengan pasti. Pembenaran dengan pasti ini berarti tidak boleh ada keraguan sedikitpun dalam mengimaninya (harus utuh/seratus persen) dan tidak boleh ada kekurangan sedikitpun (misal 99,99%). Hal ini diharuskan karena dalam masalah aqidah/keimanan berarti menyangkut iman atau kafir. Apabila ada sedikit saja keraguan dalam dalam hal aqidah/keimanan (mis. keberadaan Allah), maka sesungguhnya keimanannya sudah dapat dikatakan rusak dan dikhawatirkan dapat pula terjerumus kepada kekafiran. Untuk itulah dalam masalah aqidah/keimanan ini pun dalil naqli yang digunakan juga haruslah kuat dan qath’i (pasti) serta tidak memberi peluang sedikitpun untuk ada keraguan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Qur’an adalah sebuah kitab yang sudah dapat dipastikan membawa dalil-dalil naqli yang kuat dan qathi. Selain itu, Al Qur’an juga disampaikan secara mutawatir. Hal ini menjadikan kebenaran Al Qur’an adalah qath’i/jazm serta sedikitpun tidak ada keraguan untuk mengimaninya. Dengan demikian penggunaan Al Qur’an untuk dalil naqli dalam masalah aqidah tidak dapat diragukan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Al Qur’an, Al Hadits ada kalanya disampaikan secara mutawatir, adakalanya juga disampaikan secara ahad. Hadits Mutawatir artinya bahwa Hadits tersebut disampaikan oleh para sahabat, tabi’in dan tabiit tabi’in dalam jumlah tertentu dalam setiap thabaqat-nya (generasi). Setiap thabaqat itupun periwayat yang membawanya haruslah mempunyai syarat-syarat yang akan menjadikan hadits mutawatir ini bersifat qath’i, tidak dzann, sehingga kebenarannya seratus persen dan tidak dapat diragukan lagi. Adapun beberapa syarat dari hadits Mutawatir itu antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hadits yang disampaikan harus diterima langsung oleh perawi dengan pendengaran dan penglihatan langsung pada periwayat sebelumnya.&lt;br /&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jumlah rawi tiap tabaqatnya (sahabat, tabi,in dan tabiit tabi’in) mencapai jumlah tertentu dan tidak memungkinkan mereka bersepakat bohong. Jumlah ini harus seimbang tiap thabaqatnya . (&lt;span style="color: red;"&gt;4&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Untuk memastikan bahwa perawinya tidak mungkin berbohong baik sengaja maupun tidak, maka haruslah mempunyai sifat adil, sempurna ingatan (hafalan kuat), dan beberapa syarat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya hadits ahad, hadits ini kekuatannya tidak bisa dipastikan seratus persen (qath’iy) serta masih mengandung dzann, baik sedikit maupun banyak. Jumlah perawinya pun lebih kecil dari hadits mutawatir dengan kondisi dan syarat-syarat tidak seketat hadits mutawatir. Hal inilah yang menjadikan hadits ahad bersifat tidak qath’iy (pasti kebenarannya) sehingga walau sedikit masih mengandung unsur keragu-raguan (dzan) (&lt;span style="color: red;"&gt;5&lt;/span&gt;). Seperti telah diketahui sebelumnya bahwa dalam masalah aqidah tidak boleh ada keraguan sedikit pun di dalamnya. Oleh sebab itu hadits ahad tidak dapat digunakan sebagai dalil naqli khusus untuk masalah aqidah, namun tetap dapat digunakan untuk masalah selain aqidah tergantung kekuatan hadits ahad tersebut (&lt;span style="color: red;"&gt;6&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kerusakan Aqidah Ummat Islam Akibat Filsafat Yunani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Sebagian ulama khalaf (Mutaakhirin), terutama ahli ilmu kalam (Mutakallimin) tidak menjalani cara yang ditempuh oleh ulama salaf.&amp;nbsp; Mereka tidak puas dengan cara berpikir demikian.&amp;nbsp; Karenanya, mereka lalu menta'wilkan suatu Al Wahyu yang termasuk mutasyabihat (tidak dijelaskan rinci oleh Allah dan Rasul-Nya, a.l. tentang sifat dan perbuatan Allah SWT), sesuai dengan kehendak akal, padahal semua itu berada diluar kemampuan akal. Mereka menggunakan dalil aqli dengan dasar mantiqi/logika untuk membahas hal-hal seperti bergeraknya Allah, Allah turun ke langit, hubungan antara sifat dengan Dzat Allah, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski ulama khalaf menempuh jalan yang tidak sesuai dengan apa yang telah diturunkan Al Qur’an, tetapi mereka masih tetap beriman kepada Islam dan tetap bertolak dari dalil-dalil syar'iy. Namun mereka telah mencoba menggunakan akal untuk memecahkan persoalan yang pernah dialami oleh para filosof Yunani terdahulu, tanpa kembali pada ketentuan Al Wahyu dan contoh Rasulullah SAW. Mulailah mereka melontarkan kembali masalah-masalah klasik, seperti wihdatul wujud dll. Pendapat-pendapat mereka (ahli kalam dan filosof) telah meragukan umat terhadap beberapa hal yang berkaitan dengan masalah aqidah, bahkan berhasil pula menyesatkan dan mengeluarkan sebagian kaum muslimin dari Islam. Karenanya aqidah Islam perlu dijauhkan dari ilmu mantik atau filsafat agar tidak membahayakan aqidah ummat.&amp;nbsp; Sumber aqidah hanyalah Al Qur'an dan hadits-hadits mutawatir. Metode yang digunakan adalah metode aqliyah (melalui pemahaman terhadap dalil aqli dan naqli) sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW,&amp;nbsp;&amp;nbsp; jauh&amp;nbsp; sebelum&amp;nbsp; umat Islam&amp;nbsp; bertemu dengan ahli filsafat (Yunani) dan ajaran-ajarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Wallahu 'alam &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjutkan pembahasan berikutnya di artikel &lt;a href="http://patihsa.blogspot.com/2012/01/proses-keimanan.html"&gt;Proses Keimanan&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;Catatan&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;1&lt;/span&gt;)&amp;nbsp; Lihat "Fiqhul Akbar", karangan Imam Syafi'i&amp;nbsp; hal. 16&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt; (&lt;span style="color: red;"&gt;2&lt;/span&gt;)&amp;nbsp; Lihat buku "I'llamul Muwaaqi'in", jilid 1, halaman 5.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;3&lt;/span&gt;)&amp;nbsp; Lihat "Fathul Baari", jilid XII, halaman 915.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;4&lt;/span&gt;)&amp;nbsp; Beberapa ulama yang memberi batasan minimal tersebut antara lain Taqiyyuddin (min. 5 orang), Abu’t-Thayyib (min. 4 orang), Ash-habu’sy-Syafi’I (min. 5 orang) bahkan ada yang menetapkan minimal 20 hingga 40 arang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;5&lt;/span&gt;)&amp;nbsp; Beberapa jumhur ulama yang berpendapat demikian di antaranya adalah al-Hafidz Ibnu Hajar, Imam Asnawiy, Imam Baidawiy, Imam Nawawiy dan Imam Al Ghazali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(&lt;span style="color: red;"&gt;6&lt;/span&gt;)&amp;nbsp; Tidak dipergunakannya hadits ahad dalam masalah aqidah berbeda pengertiannya dengan menolak keberadaan hadits sebagai salah satu sumber hukum Islam. Karena menolak keberadaan hadits ahad sebagai salah satu sumber hukum Islam berarti menolak sama sekali hadits ahad untuk dipergunakan dalam masalah apapun. Sedangkan menolak kehujjahan hadits ahad hanya dalam masalah aqidah berarti masih mengakui keberadaan hadits ahad sebagai hujjah dan salah satu sumber hukum Islam, hanya saja dalam hal selain aqidah, misalnya syari’ah, karena sekali lagi, dalam hal aqidah harus ada kebenaran seratus persen dan tidak boleh ada keraguan sedikitpun&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;------- &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Materi diambil dari kitab&lt;b&gt; Islam Mulai Akar ke Daunnya&lt;/b&gt;. BKIM IPB Press&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5595810426260169593-8640882485503422317?l=patihsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://patihsa.blogspot.com/feeds/8640882485503422317/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2011/12/aqidah-islamiyah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/8640882485503422317'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/8640882485503422317'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2011/12/aqidah-islamiyah.html' title='Aqidah Islamiyah'/><author><name>patih san</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yud4QYYIYJc/S5wYqPZ5aeI/AAAAAAAAAAs/E9gL53aa6HU/S220/1_658709976l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-TeGJEti1Sts/Tv8PfMubLOI/AAAAAAAAAE8/AjrFWtHliR8/s72-c/al-jatsiyah+3-4.PNG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5595810426260169593.post-4215404400342919979</id><published>2011-12-01T08:11:00.000-08:00</published><updated>2011-12-31T06:19:36.633-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Muallaf'/><title type='text'>Kisah Mantan Seorang Pembantu Pastor Yang Menjadi Muslim</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kisah Muallaf berikut ini berasal dari Kanada. Ia bernama DeLancey yang kini telah berganti nama menjadi Abdullah DeLancey. Mari simak kisahnya berikut ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semuanya kemudian berubah. Keyakinan saya selama ini terhadap ajaran  Kristen runtuh. Saya tidak lagi mempercayai ajaran Kristen atau menjadi  seorang Kristiani."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jalan untuk meraih cita-citanya sebagai pastor atau pemimpin  misionaris terbuka lebar, namun jalan yang terbentang itu justru  membawanya untuk mengenal Islam. Sehingga ia akhirnya memutuskan untuk  menjadi seorang Muslim dan melepaskan semua ambisinya, meski pada saat  itu ia sudah menjadi pembantu pastor. Dia adalah Abdullah DeLancey,  seorang warga Kanada yang menceritakan perjalanannya menjadi seorang  Muslim.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Dulu, saya adalah penganut Kristen Protestan. Keluarga saya membesarkan  saya dalam ajaran Gereja Pantekosta, hingga saya dewasa dan saya  memilih menjadi seorang jamaah Gereja Baptist yang fundamental," kata  DeLancey mengawali ceritanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_3tHf44D3zpM/TOJeokH-gyI/AAAAAAAAASY/aPUC1qA_sVM/s1600/abdullah_delancey_101115140158.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="231" ilo-full-src="http://1.bp.blogspot.com/_3tHf44D3zpM/TOJeokH-gyI/AAAAAAAAASY/aPUC1qA_sVM/s320/abdullah_delancey_101115140158.jpg" src="http://1.bp.blogspot.com/_3tHf44D3zpM/TOJeokH-gyI/AAAAAAAAASY/aPUC1qA_sVM/s320/abdullah_delancey_101115140158.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Abdullah DeLancey&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, sebagai seorang Kristen yang taat, kala itu dia kerap  terlibat dengan berbagai aktivitas gereja seperti memberikan khotbah  pada sekolah minggu dan kegiatan-kegiatan lainnya. "Saya akhirnya  terpilih sebagai pembantu pastor. Saya benar-benar ingin mengabdi lebih  banyak lagi pada Tuhan dan memutuskan untuk mengejar karir sampai  menjadi seorang Pendeta," tutur DeLancey yang kini bekerja memberikan  pelayanan pada para pasien di sebuah rumah sakit lokal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keinginannya, sebenarnya menjadi seorang Pastor atau menjadi seorang  misionaris. Namun ia berpikir, jika menjadi seorang Pendeta maka akan  memperkuat komitmen hidupnya dan keluarganya pada gereja secara penuh.  DeLancey pun mendapatkan beasiswa untuk mengambil gelar sarjana di  bidang agama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Sebelum mengikuti kuliah di Bible College, saya berpikir untuk lebih  menelaah ajaran-ajaran Kristen dan saya mulai menanyakan sejumlah  pertanyaan-pertanyaan serius tentang ajaran agama saya. Saya  mempertanyakan masalah Trinitas, menagapa Tuhan membutuhkan seorang anak  dan mengapa Yesus harus dikorbankan untuk menebus dosa-dosa manusia  seperti yang disebutkan dalam Alkitab," ujar DeLancey yang dikaruniai  tiga anak dari perkawinannya selama hampir 20 tahun.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal lainnya yang menjadi tanda tanya bagi DeLancey, bagaimana bisa  orang-orang yang disebutkan dalam "Kitab Perjanjian Lama" bisa "selamat"  dan masuk surga padahal Yesus belum lahir. "Saya dengan serius  merenungkan semua ajaran Kristen, yang selama ini saya abaikan," sambung  DeLancey.  Ia mengakui tidak mendapatkan jawaban yang masuk akal dan  cukup beralasan atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menjadi dasar  ajaran Kristen itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Lantas, untuk apa Tuhan memberikan kita akal yang luar biasa jika  kemudian kita tidak boleh menggunakannya. Itulah yang perintahkan agama  Kristen, agama Kristen meminta kita untuk tidak menggunakan akal ketika  menyatakan bahwa Anda harus punya keyakinan. Sebuah keyakinan yang  buta," kata DeLancey, mengenang pengalamannya di masa lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sejak itu, DeLancey sadar bahwa selama ini ia sudah menelan ajaran  Kristen dengan secara buta dan tidak pernah mempertanyakan hal-hal yang  sebenarnya membuatnya bingung. "Saya sama sekali tidak pernah  menyadarinya," ujar DeLancey.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya tidak bisa menemukan jawaban-jawabannya di Alkitab. Begitu saya  sadar bahwa Trinitas cuma sebuah mitos dan bahwa Tuhan cukup kuat untuk  "menyelamatkan" seseorang tanpa membutuhkan bantuan dari seorang anak  atau siapapun, atau apapun. Semuanya kemudian berubah. Keyakinan saya  selama ini terhadap ajaran Kristen runtuh. Saya tidak lagi mempercayai  ajaran Kristen atau menjadi seorang Kristiani."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya meninggalkan gereja untuk selamanya dan istri saya mengikuti  langkah saya, karena ia juga mengalami hal yang sama dalam menerima  ajaran-ajaran Kristen. Inilah yang akan menjadi awal perjalanan spritual  saya, ketika itu saya tanpa agama tapi tetap percaya pada Tuhan," papar  DeLancey. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hidayah Itupun Datang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DeLancey mengakui, saat-saat itu menjadi saat-saat yang sulit bagi  dirinya dan keluarganya yang selama ini hanya tahu ajaran Kristen. Namun  ia terus mencari kebenaran dan mulai mempelajari berbagai agama.  DeLancey tetap menemui kejanggalan-kejanggalan dalam agama-agama yang  dipelajarinya, sampai ia mendengar tentang agama Islam.&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Islam !!! Apalagi itu? Sepanjang yang saya ingat, saya tidak pernah  mengenal seorang Muslim dan tidak pernah mendengar Islam, bahkan  pembicaraan tentang Islam sebagai salah satu agama di tempat saya  tinggal di Kanada kecuali cerita-cerita buruk tentang Islam. Ketika itu,  saya sama sekali tidak mempertimbangkan Islam," tutur DeLancey.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tapi kemudian, DeLancey mulai membaca-baca informasi tentang Islam dan  mulai membaca isi al-Quran. Isi al-Quran itulah yang mengubah  kehidupannya sehingga ia tertarik untuk membaca segala sesuatu tentang  Islam. Beruntung, DeLancey menemukan sebuah masjid yang letaknya sekitar  100 mil dari kota tempat tinggalnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya lalu membawa keluarga saya ke masjid ini. Dalam perjalanan, saya  merasa gugup tapi juga dipenuhi semangat dan saya bertanya pada diri  sendiri, apakah saya akan diizinkan masuk ke masjid karena saya bukan  seorang Arab atau Muslim," kisahnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sampai di masjid, saya pun merasa bahwa tidak ada yang perlu  dikhawatirkan. Ia dan keluarganya disambut hangat oleh seorang Imam dan  sejumlah Muslim di masjid itu. "Mereka sangat baik. Tidak seburuk  berita-berita tentang Muslim," aku DeLancey.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Di masjid itu, DeLancey diberi buku yang ditulis oleh Ahmad Deedat dan  ia diyakinkan bisa menjadi seorang Muslim. DeLancey membaca semua  material-material tentang Islam dan sangat menghargai pemberian itu,  karena di perpustakaan di tempatnya tinggal hanya ada empat buku tentang  Islam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Setelah mempelajari buku-buku itu, saya sangat syok. Bagaimana bisa  saya menjadi seorang Kristiani begitu lama dan tidak pernah mendengar  ada kebenaran? Saya akhirnya meyakini Islam dan ingin masuk Islam,"  kisah DeLancey.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ia kemudian mengontak komunitas Muslim di kotanya dan pada 24 Maret 2006  saya pergi ke masjid dan mengucapkan syahadah beberapa saat sebelum  pelaksanaan salat Jumat, dengan disaksikan komunitas Muslim di kotanya. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya mengucapkan  La illaha ill Allah, Muhammadur Rasul Allah, tiada  tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Saya pun menjadi  seorang Muslim. Hari itu adalah hari paling indah dalam hidup saya. Saya  mencintai Islam dan merasakan kedamaian sekarang," tukas DeLancey  mengingat kembali saat-saat ia menjadi seorang Mualaf.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;DeLancey mengakui, ia dan keluarganya menghadapi masa-masa sulit setelah  memutuskan memeluk Islam terutama dari teman-temannya yang Kristen dan  dari kedua orangtuanya. Ia tidak diakui lagi sebagai anak dan  teman-temannya yang Kristen tidak mau lagi bicara dengannya. DeLancey  dijauhi bahkan ditertawai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya senang menjadi seorang Muslim, tak masalah jika teman-teman saya  sesama orang Kanada memandang saya aneh karena memilih menjadi seorang  Muslim. Karena saya sendiri yang akan mempertanggungjawabkan perbuatan  saya pada Allah setelah saya mati."&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Allah memberi saya kekuatan dan Allah yang Maha Besar menolong saya  untuk melewati masa-masa sulit setelah saya masuk agama Islam. Saya  punya banyak sekali saudara seiman sekarang," tandas DeLancey.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah masuk Islam, DeLancey mengubah nama depannya dan jadilah namanya  sekarang Abdullah DeLancey. menjadi orang pertama dan satu-satunya  pembimbing rohani Islam yang dibolehkan bekerja di rumah sakit di  kotanya.&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Saya seorang Muslim dan saya sangat bahagia menjadi seorang Muslim.  Rasa syukur saya panjatkan pada Allah swt," tukas DeLancey mengakhiri  kisah perjalanannya dari seorang pembantu pastor menjadi seorang Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;eramuslim.com&lt;/i&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5595810426260169593-4215404400342919979?l=patihsa.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://patihsa.blogspot.com/feeds/4215404400342919979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2011/12/kisah-mantan-seorang-pembantu-pastor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/4215404400342919979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5595810426260169593/posts/default/4215404400342919979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://patihsa.blogspot.com/2011/12/kisah-mantan-seorang-pembantu-pastor.html' title='Kisah Mantan Seorang Pembantu Pastor Yang Menjadi Muslim'/><author><name>patih san</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='23' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_Yud4QYYIYJc/S5wYqPZ5aeI/AAAAAAAAAAs/E9gL53aa6HU/S220/1_658709976l.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_3tHf44D3zpM/TOJeokH-gyI/AAAAAAAAASY/aPUC1qA_sVM/s72-c/abdullah_delancey_101115140158.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
